alterntif text
Tangerang

Warga Resah, SHM Belum Terbit Padahal KPR BTN Sudah Lunas Sejak 1995

SHM

Tangerang – iGlobalNews | Beberapa warga Perumahan Ciledug Indah 2 Pedurenan Karang Tengah Kota Tangerang resah, karena Sertifikat Hak Milik (SHM) rumahnya belum juga terbit. Padahal angsuran Kredit Pemilikan Rumah(KPR) melalui Bank BTN sudah lunas sejak 1995.

Salah seorang warga, Sunarko (53 tahun) mengeluhkan masalah tersebut, “Di RT 02 RW 05 saja ada sekitar 8 sampi dengan 10 warga yang senasib dengan saya, ada yang SHM-nya belum jadi sama sekali seperti saya, ada juga yang SHM-nya hanya sebagian saja, misalnya tanahnya 60 m2, tapi yang tertera di SHM-nya hanya 48 meter persegi, kurang 12 meter persegi, dan lain-lain. Dan setahu saya ada sekitar 40 sampai dengan 50 rumah di komplek ini yang kasusnya seperti saya,” keluh Sunarko.

“Padahal saya sudah puluhan kali mengurus hal ini dengan cara mendatangi pihak Bank BTN sejak
1995, saat itu masih dengan Pak Lili dan Pak Jamal pegawai BTN Cabang Ciputat Tangerang. Tapi sampai saat ini belum ada realisasinya dan hanya dikasih janji-janji kosong belaka,” tambah ayah 2 orang anak ini.

Saat ini pun saya dan teman-teman sedang mengurus ulang masalah ini. Kami sudah mengirim surat permohonan penyelesaian masalah ini sejak 4 Juni 2017 kepada Pimpinan Kepala cabang Bank BTN (Bank Tabungan Negara) Ciputat Tangerang Selatan.

Menurut Pak Batara, yang mengurus masalah ini di Bank BTN, menurutnya beliau telah menghubungi Ibu Ester (Direktur PT Duta Megah Perdana, Developer Ciledug Indah) untuk mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan. Kemudian akan menemui Notaris terkait, juga akan mengurus ke BPN (Badan Pertanahan Nasional).

Selanjutnya menurut Batara, ada 10 SHM yang telah habis masa berlakunya, dan pihak BTN tidak punya dana retensi atas hal tersebut, juga pihak tidak mau dibebani atas biaya yang akan timbul, sehingga dana dana tersebut akan dibebankan kepada pihak pemilik sertifikat.

Baca Juga  Membludaknya Kendaraan Di Area Parkir Polsek Ciledug Menjadi Perhatian Publik

Ketika masalah ini dikonfirmasi kembali kepada warga Ciledug Indah 2, mereka menolak untuk membayar biaya-biaya yang akan timbul, karena mereka sudah melaksanakan seluruh kewajibannya sebagai konsumen atau sebagai debitur bank BTN.

“Debitur sudah mengangsur dan melunasi semua angsuran KPR Bank BTN. Kalau masalah ini terus berlarut-larut terpaksa kami akan urus tuntas secara hukum, kami juga akan mendatangi Notaris terkait dan akan minta pertanggung jawabannya. Kalau perlu saya mau minta bantuan LBH (Lembaga Bantuan Hukum), karena kami selaku debitur Bank BTN dilindungi oleh Undang undang Perlindungan Konsumen no.8 tahun 1999, Undang-Undang Perlindungan Konsumen tahun 2014 dan Undang Undang Perlindungan Konsumen tahun 2016,” demikian Sunarko dan kawan-kawan menutup pembicaraan ini.

Editor: Drianto Martono

zvr
Reaksi Anda

Comments

comments

To Top