alterntif text
Seputar Banten

Penyakit Difteri Serang Seorang Warga Desa Tirem Lebak Wangi

Penyakit Difteri menyerang seorang warga Desa Tirem Lebakwangi

Serang – iGlobalNews | Difteri merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium Diptheriae yang dapat menular dan berbahaya. Bahkan bisa mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Lantaran sumbatan saluran nafas atas toksinnya yang bersifat patogen, menimbulkan komplikasi miokarditis (peradangan pada lapisan dinding jantung bagian tengah), gagal ginjal, gagal napas dan gagal sirkulasi.

Seorang wanita N (39) adalah warga Desa Tirem Kampung Cikeli RT 03 RW 02 Kecamatan Lebak Wangi Kabupaten Serang Provinsi Banten. Merupakan seorang penderita Virus Difteri A-E. Kini sudah mendapat penanganan serius dari pihak Dinas kesehatan Kabupaten Serang.

“Saat ini, N sedang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Serang guna mendapat penanganan yang lebih intensif,” ungkap Ani, salah seorang petugas kesehatan dari Puskesmas Lebak Wangi (06/12/2017) ketika ditemui tim iGlobalNews di SDN Tirem 1. Ani sedang melakukan vaksinasi terhadap anak murid guna antisipasi penularan yang diakibatkan virus Difteri.

Menurut Ani, pihaknya melalui intruksi Dinas terkait mengatakan, “Dengan adanya kasus penyakit Difteri di Desa Tirem, semua pihak terkait bersama Dinas kesehatan menangani penderita dan melakukan tindakan antisipasi penyebaran virusnya. Yakni melakukan vaksinasi terhadap warga sekitar, anak sekolah SD maupun SMP.”

“Allhamdulillah, kondisi keresahan di tengah masyarakat tidak sampai mengakibatkan adanya rasa kekhawatiran yang berlebihan. Khususnya Desa Tirem dan sekitarnya se-Kecamatan Lebak Wangi,” kata Ani.

“Kami dengan pihak terkait, termasuk pihak pemerintah cepat tangga pantisipasi kasus penyakit yang disebabkan oleh virus Difteri A E. Kami himbau masyarakat tetap tenang. Semuanya akan baik-baik karena kami sudah melakukan langkah yang tepat sebagai pencegahan untuk tidak terjadi penularan,” terang Ani.

H. Buyung Molek, Plt. Camat Kecamatan Lebak Wangi ketika ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (05/12/2017) didampingi Takari, Kapt. invt Danramil Pontang/Lebakwangi menyikapi kasus Virus Difteri di wilayahnya menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi kepada Nunung Nuraeni, SST, Kepala Puskesmas Lebak Wangi untuk secepatnya melakukan tindakan, penanganan dan pencegahan.

Baca Juga  Setelah Dibegal Hampir Mati, Sekarang Sujud Syukur di Mapolda Banten

Menurutnya, “Difteri bisa menimbulkan gejala berupa demam yang tidak begitu tinggi 38ºC, bisa menular, sakit pada selaput di tenggorokan, sakit waktu menelan, kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengkakan pada jaringan lunak leher dengan disertai sesak napas,” katanya.

Sementara itu Kades Tirem, Rosydawati, S.Sos ketika ditemui di kantor desa sedang tidak berada dit tempat.

Saefudin, Sekdes Tirem, ditemui pada Rabu (06/12/2017) kepada iGlobalNews mengatakan dengan adanya isu salah seorang warga yang terkena serangan virus Difteri, mengatakan sudah mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Serang.

“Sedangkan warga Tirem lainnya tidak begitu resah dan situasinya tetap seperti sediakala. Warga tetap melakukan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir yang berlebihan,” ucap Saefudin.

Menurut Saefudin, warga Kampung Cikeli, yang dekat dengan penderita penyakit Difteri tersebut sudah mendapat vaksinasi TD/DT (Tetanus difteri/ Difteri tetanus). Begitu juga dengan anak-anak sekolah SD/SMP yang ada di Desa Tirem sudah mendapatkan vaksinasi tersebut.

“Warga kami tidak resah karena pihak dari dinas kesehatan sudah melakukan antisipasi, pencegahan dan penangkalan penyebaran atau penularan penyakit Difteri tersebut” tandas Saefudin.

Cecep, salah seorang tenaga medis dari Puskesmas Lebak Wangi kepada awak media pada Rabu (06/12/207) mengatakan, pihaknya hanya melakukan antisipasi pencegahan, penyebaran dan penularan penyakit yang disebabkan virus Difteri yang muncul di desa Tirem.

“Kalau soal penanganan dan data yang lengkap terkait korban atau penderitanya, serta keterangan lainnya, silahkan saja ke Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, tanyakan kepada bagian PDM yang bisa menjelaskannya, karena penderitanya sudah ditangani dan dirawat di ruangan isolasi Rumah Sakit Daerah Serang,” paparnya.

”Maaf ya kalau kami tidak bisa memberikan keterangan lengkap, silahkan hubungi Dinas kesehatan Kabupaten Serang yang sedang menanganinya” pungkas Cecep. (M.M)

zvr
Reaksi Anda

Comments

comments

To Top