alterntif text
Seputar Banten

Ketua IPJI Banten Protes dan Sesalkan Pengusiran Wartawan di Tangerang Selatan

Ketua IPJI Banten protes dan sesalkan pengusiran Wartawan di Tangerang

Tangerang Selatan – iGlobalNews | Kembali terjadi insiden pelecehan terhadap profesi wartawan, hal ini terjadi di kawasan Tangerang Selatan, tepatnya di dalam Kantor Kelurahan Pondok Kacang Timur.
Sekitar pukul 11.00 WIB, 30 November 2017.

Saat wartawan yang sekaligus Kepala biro sebuah pemberitaan media online (R) melakukan konfirmasi terkait laporan dari warga setempat tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang diduga dikenakan biaya Rp 3 juta per pendaftar.

Pengakuan R dan A rekan media online lainnya mencoba mengkonfirmasi kebenaran sumber terkait PTSL ke Lurah maupun Sekel. Namun yang didapatkan adalah intimidasi dan dijadikan bulan-bulanan dari oknum staf kelurahan Pondok Kacang Timur Tangerang Selatan tersebut.

Padahal profesi wartawan adalah sebagai sosial kontrol yang sesuai Undang-Undang Pers No 40 Tahun 1999 Pasal 18 Ayat 1 dan Pasal 4 Ayat 12, bahwa ‘Setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalagi pelaksanaan tugas Pers Nasional dipidana dengan kurungan penjara selama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.

“Ya, kita protes dalam hal ini. Karena saat itu sudah jelas wartawan meminta konfirmasi atas kasus yang terjadi, dan pihak kelurahan seharusnya memberikan informasi yang dibutuhkan, karena ini tdk saja berhubungan dengan UU 40/1999 tetapi juga UU Keterbukaan Informasi. Maka kami IPJI Banten melakukan protes keras, pihak Kelurahan harus meminta maaf kepada yang bersangkutan, dan jika perlu diselesaikan secara hukum” tegas ketua DPW IPJI Banten Josep Minar SH.

Sementara ketika dikonfirmasi masalah ini, R mengatakan, “Saya bertanya pada staf kelurahan tersebut tentang keberadaan Pak lurah, Sekertaris Lurah dan Kasie Pemerintahan, atau yang bisa mengkonfirmasi, tapi dijawab tidak ada konfirmasi,” ungkapnya.

Baca Juga  Zaki Cup, Tim U-19 Pakuhaji Siap Berlaga

Dikatakannya, terjadinya chaos lantaran adanya arogansi pihak oknum kelurahan tersebut sehingga adu mulut secara emosi bahkan R ditarik dan dipiting lehernya dan tantangan untuk duel di lapangan Kelurahan.” papar R. Insiden yang hampir menjadi tragedi memalukan itu sempat diredam oleh Hasbullah selaku Kasie di Kelurahan Pondok Kacang Timur. R dan A diperintahkan pulang oleh pimpinan redaksinya untuk menghindari bentrokan fisik.” kata R.

Sempat ada upaya penyelesaian konflik tersebut antara redaksi dari 2 media online yang didampingi sekretaris executive Majelis Pers dengan pihak Kelurahan yang diwakili Hasbullah. Meski sudah terjadi kesepakatan permintaan maaf, namun pihak R dan A masih menunggu itikad baik dari oknum staft Kelurahan Pondok Kacang Timur untuk meminta maaf secara tertulis dan tentunya ada sanksi – sanksi dan proses hukum yang harus dijalankan.

Sementara Opan, Ketua Setnas Forum Pers Independent Indonesia (FPII) juga sebagai Sekretaris Executive Majelis Pers menegaskan, “Meski sudah adanya permintaan maaf yang diwakili Hasbullah ke wartawan R dan A, namun proses hukum tetap akan ditempuhnya untuk oknum staft Kelurahan Pondok Kacang Timur sebagai efek jera. Profesi kami bukan profesi kacangan, kami adalah product etika dan sebagai kontrol sosial yang menjadi satu bagian dari pilar ke 4 (empat). Jadi ini akan menjadi pelajaran berharga bagi para oknum dan pelaku yang dengan sengaja melakukan diskriminasi, tindak kekerasan dan penghinaan terhadap profesi wartawan,” demikian jelas Opan Editor: Drianto M

zvr
Reaksi Anda

Comments

comments

To Top